Kaltimpedia
Beranda DPRD Kaltim Muhammad Samsun Hadiri Panen Raya di Desa Sumber Sari, Lumbung Pangan Lebih Penting Ketimbang Pertambangan

Muhammad Samsun Hadiri Panen Raya di Desa Sumber Sari, Lumbung Pangan Lebih Penting Ketimbang Pertambangan

Samarinda, Kaltimpedia.com – Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun menghadiri kegiatan Panen Raya Program Makmur Idaman (PMI) di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (23/3/2023).

Pada kesempatan tersebut, Samsun sapaan politisi asal PDI-Perjuangan itu menuturkan, mengenai cadangan pangan di daerah atau lumbung pangan, maka harus ada pemetaan yang tepat sasaran antara potensi daerah dan segmentasi pertanian yang cocok.

Seperti halnya di Desa Sumber Sari, sebut Samsun, segmentasi pertaniannya adalah padi. Menurutnya, jangan kemudian dimasukkan multikultural program penanaman yang lain.

“Kalau di PPU, Babulu, memang lumbung pangan, dan jangan dialihfungsikan dengan yang lain apalagi untuk tambang dan ini menjadi tantangan terberat kita. Ploidator kita adalah alihfungsikan lahan ke pertambangan dan ini harus betul-betul kita jaga,” jelasnya.

Samsun bersyukur, Desa Sumber Sari yang ia advokasi sejak tahun 2013 lalu terus berkomitmen untuk menolak lahannya ditambang dan memilih berfokus pada pertanian.

“Masyarakat sampai sekarang tetap bertahan dan tidak mau ditambang, saya sedih kalau ini sampai ditambang. Untuk itu pemerintah kabupaten dan provinsi harus bersinergi mengembangkan ini,” harapnya.

Samsun kemudian mengungkapkan, irigasi di Desa Sumber Sari merupakan kewenangan provinsi dan ia meminta ini harus terus dimaksimalkan. Sebab, lahan tersebut sangat produktif untuk pertanian.

“Kami mendorong pemerintah provinsi untuk betul-betul memperhatikan irigasi di lahan-lahan pertanian kita. Boleh kita membangun infrastruktur tetapi tetap mengacu pada infrastruktur program ketahanan pangan,” ungkap wakil rakyat Dapil Kukar tersebut.

Lebih lanjut, Samsun menuturkan pasar akan tercipta secara otomatis. Apalagi program pekerjaan Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah mulai dan ada 1.600 pekerja di dalamnya. Menurutnya, hal itu adalah peluang yang sangat terbuka lebar.

“Pasar pertanian kita begitu luas karena sampai hari ini kita belum bisa swasembada. Nah artinya pangan kita harus didatangkan dari daerah lain,” ujarnya.

Akan hal tersebut, Samsun menyatakan akan secepatnya mengkoordinasikan prospek pasar pertanian dengan Pemprov Kaltim. Pasalnya, sebut dia, di tengah pasar yang sangat luar biasa sementara sumber produksi masih terbatas. Ini juga yang membuat pemprov masih mendatangkan beras dari luar daerah.

“Yang kita inginkan bukan ketahanan pangan, kalau kekurangan pangan gampang, tinggal kita datangkan dari daerah luar namun yang perlu kita pikirkan adalah swasembada pangan,” ucap Samsun.

“Tinggal Sumber Daya Manusia (SDM) yang kita tingkatkan dan dukungan pemerintah harus hadir disini untuk meningkatkan produksi pertanian dan produksi pangan agar betul-betul meningkat,” pungkasnya. (fa/adv/dprdkaltim)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan