Sugiyono: Penanganan Banjir Samarinda Membaik, Tapi Tantangan Masih Panjang
Kaltimpedia.com, Samarinda — Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Sugiyono, menilai bahwa penanganan banjir di Kota Samarinda menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Meski belum sepenuhnya tuntas, menurutnya, upaya yang dilakukan pemerintah telah memperlihatkan hasil nyata dalam mengurangi dampak banjir.
“Kalau bicara soal banjir di Samarinda, itu memang tidak bisa dilepaskan dari dua hal utama: curah hujan yang tinggi dan pasang air laut. Kombinasi ini membuat air sulit surut secara cepat. Tapi sekarang kita lihat, genangan bisa surut dalam waktu singkat. Artinya penanganan sudah jauh lebih baik,” ujarnya.
Penjelasan Sugiyono ini sejalan dengan kajian hidrologi di wilayah pesisir. Samarinda yang terletak di dataran rendah memang rentan terhadap banjir akibat hujan ekstrem dan rob. Ketika keduanya terjadi bersamaan, sistem drainase kota akan kewalahan, menyebabkan air meluap dan menggenangi permukiman warga.
Dalam merespons kondisi tersebut, Pemkot Samarinda telah mengimplementasikan sejumlah strategi seperti pengerukan sungai, normalisasi drainase, hingga pembangunan kolam retensi. Hasilnya, waktu surut air menjadi lebih cepat dan kerugian akibat banjir bisa diminimalkan.
“Kalau dibandingkan dengan kondisi lima atau sepuluh tahun lalu, sekarang jauh lebih baik. Ini bukti kalau kolaborasi antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat punya dampak positif,” tambahnya.
Namun, Sugiyono mengingatkan bahwa keberhasilan ini belum berarti permasalahan selesai. Urbanisasi yang terus berkembang serta dampak perubahan iklim global menjadi tantangan baru yang perlu diantisipasi. Ia menekankan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya dengan infrastruktur fisik, tetapi juga harus menyentuh aspek tata ruang dan peran aktif masyarakat.
“Kita tidak bisa terus-terusan membangun tanpa mempertimbangkan fungsi daerah resapan. Kalau semua lahan dibeton atau dijadikan permukiman, ya air pasti lari ke jalan,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar Pemkot Samarinda terus memperkuat sistem peringatan dini dan menegakkan pengawasan terhadap pelanggaran tata ruang. Partisipasi warga juga dinilai penting dalam menjaga saluran air agar tidak tersumbat oleh sampah.
Dengan tantangan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, Sugiyono menyimpulkan bahwa pengendalian banjir ke depan harus berbasis pada data, teknologi, dan kebijakan yang adaptif.
“Kita sudah berada di jalur yang benar, tapi harus konsisten. Jangan sampai nanti kerja keras ini sia-sia karena kurang pengawasan atau kebijakan yang tidak berlanjut,” tutupnya.
(DPRDKaltim/Adv/AH)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



